diary of golda
Wednesday, April 20, 2005
Bosan Aku
Sejak kemarin aku mengeluh, AKU BOSAAANNN!!!

Aku bosan dengan ritualku, tiap pagi berangkat kantor di jam yang sama, jalan yang sama, macet yang sama. Aku bosan duduk di kantor yang ini ini juga, sepi, kerjaan yang sama, suasana yang sama.

Aku bosan dengan rumahku yang bentuknya seperti ituuuu terus (??!!) hehehe. Gara-garanya rumahku interior lama, sedangkan tetanggaku malah baru merenovasi rumahnya jadi lebih kontemporer + minimalis. Tidak jauh dari rumahku, ada rumah lama yang sekarang sedang dibongkar dan mulai direnovasi interiornya. Dari pagarnya saja udah kelihatan minimalis. Apalagi dalamnya.

Aku bosan dengan keadaanku yang kuliah belum selesai, kerja magang, sambil bikin laporan magang dan skripsi, sambil kerja. Aku ingin kerja ditempat lain, di kota lain, di negara lain. Aku ingin keluar dari rumah. Aku ingin punya rumah sendiri. Aku ingin pekerjaan yang lain.

Aku bosan dengan isi kamarku. Aku memang pengumpul barang. Semua barangku ada di kamarku. Sumpek. Bukan menjadi kamar tidur lagi, tapi menjadi ‘rumah kecilku’. Aku bosan dengan lemari-lemari yang penuh baju dan segala macamnya, laci-laci yang penuh kertas dan buku.. sumpeekkk!!! Hari minggu aku sempet nonton acara kamar gue yang isinya mirip dengan bedah rumah. Aku pengen merubah kamarku, tapi ngga mau keluar uang lagi.

Tahun lalu, Junjun bilang bahwa aku cepat bosan. Ah masa? Aku ngga menyadari. Tapi sekarang aku merasakan bahwa aku bosan. Tapi aku ngga mau digeneralisasi bahwa aku cepat bosan orangnya. Tidak semuanya aku bosan koq. Hey, aku belum bosan blogging kan? (Tapi udah bosen sama leyot nya, wekss).

Tadi pagi, aku bangun jam 5, melihat kamarku, makin sumpek. Aku bangunin mbakku (maaf ya mbak) minta bantuan tenaga, aku mau relokasi isi kamarku. Tempat tidur geser, meja sebelah tempat tidur ganti sisi, lemari buku jadi nempel sama tempat tidur, meja komputer pindah posisi, lemari baju pindah tempat, gitar juga pindah tempat. Hanya meja rias yang ngga bisa pindah, karena kacanya sudah nempel sama tembok.

Isi dari lemari mulai dibongkar. Buku-buku ditata lagi berdasarkan besarnya. Buku-buku kuliah dimasukin ke kerdus. Kertas-kertas disortir untuk dibuang yang tidak perlu. Ternyata banyak juga yang aku buang (??!!). Tidak terasa sudah jam 9!! Waaa.. aku kan masuk kerja jam 9!

| golda wrote this blog at 12:25 pm | wat ppl says (5) |
Monday, April 18, 2005
081 sekian sekian sekian
Semalam aku bermimpi tentang nomor hape ku tersayang. Tidak begitu persis gimana cerita mimpinya, tapi membuatku bangun dan memikirkan tentang nasib nomer ini. Lho, mimpi koq tentang nomor hape. Begini ceritanya..

Sekitar Maret 1999, mamaku pulang membawa 1 tas hasil beli sesuatu di toko. Biasa laah, aku datang dan langsung ngintip barang beliannya, kali aja buat aku. Aku menemukan 1 kotak perdana bergambar matahari bersinar yang saat itu harganya seratusribuan. Wah!!

Awal pemakaian, voucher seratusribu perbulan pun cukup. Apalagi layanan sms pun belum ada. Kalaupun ada, masih terbatas dengan sesama provider.

Memasuki masa kuliah, disarankan untuk mengganti nomorku yang masih prepaid menjadi postpaid. Hitung-hitung sih jadi lebih murah. Datanglah aku ke gedung Artha Graha untuk apply upgrade. Memakai postpaid membuat aku lebih dewasa dalam mengatur pemakaian, juga memudahkanku untuk mempunyai akses menelpon kapan pun tanpa memikirkan sisa pulsa yang ada.

Layanan dari provider ini sudah menemani aku ke ber-roaming-internasional-ria saat perjalanan ke Yugo. Biayanya, aduh mak! Jangan ditanya. Kapok! Padahal sudah mewanti-wanti diri sendiri.

Sampai Lebaran tahun 2004, provider ini sedang mengupgrade layanannya untuk merger dengan dia. Akibatnya, pengiriman sms di hapeku bermasalah (sering tidak terkirim & susah menerima) meskipun untuk cuap-cuap masih bisa. Kata temanku yang kerja di sini, masalah ini akan berakhir bulan Febuari.

Tidak tahan, aku selingkuh. Aku beli nomor perdana lain, dengan berharap mendapat tarif yang lebih murah dari prepaid provider lainnya. Khususnya untuk sms. Sudah dua bulan lebih, aku kangen dengan nomor lamaku, yang telah menemani aku selama 6 tahun.

Maafkan aku telah selingkuh dengan partner merger mu, meskipun sekarang kalian dibawah satu bendera. Aku merasa bersalah. Mulai minggu depan aku akan menggunakan mu lagi. Berikan aku kesempatan untuk menjadi pelanggan terbaikmu.

| golda wrote this blog at 02:34 pm | wat ppl says (3) |
Tuesday, April 12, 2005
Second Day
Hari ini hari kedua setelah aku resmi menjadi jomblo (oh no.. I hate this word). Aku kembali kerja seperti biasa, sudah bisa menjalani hari-hariku. Hatiku sedang dalam proses penyembuhan. Aku sudah bisa menghadapi dunia lagi, tidak terpuruk seperti kemarin malam.

Iya, kemarin malam aku sempet stress seperti orang gila. Ngga nafsu makan, air mata mengalir, resah, nelpon-nelponin tanteku untuk curhat. Totally kemarin tuh ngga sarapan, lunch hanya 3 suap, malamnya hanya makan 1 potong sushi maki (kira-kira 2 suap lah). Itupun ngga bisa diteruskan lagi, kalo tidak aku bisa muntah. Aku capek, jadi langsung tidur.

Pagi ini perasaanku aneh. Tidak lagi grieving, tapi seperti ngga punya perasaan. Tidak beremosi. Datar. Tidak dipungkiri bahwa dirinya masih terus berseliweran dipikiranku, tapi come and go, tidak konstan. Rupanya inilah tahap dari masa-masa sehabis putus. Hari ini belum juga sarapan. Sebentar lagi jam lunch, juga belum bernafsu makan. Pelan-pelan lambungku mulai demonstrasi. Tapi aku diamkan. Aku takut muntah. Mesti pelan-pelan makannya.

Mulai kembali kerja, aku pasang lagu-lagu lama. Beberapa lagu mp3 yang bagiku mengingatkan masa-masa 4-5 tahun lalu. Saat aku sering berlibur ke Zenta. Susana di Zenta tidak pernah membuatku terpuruk. Tidak seperti di Jakarta, dimana semua break-up terjadi di Jakarta. Zenta akan masih menjadi masa menyenangkan untuk dinikmati.

Zenta itu kota kecil. Lebih kecil dari Malang. Populasinya juga sedikit. Hanya terdapat 1 pasar/market dan 1 pom bensin. Kota ini sudah lebih dari 20 tahun tidak berkembang. Mungkin karena pemerintahan Yugoslavia yang masih belum berjalan normal. Zenta akan tetap menjadi tempat tenang bagiku.

Setiap hari dimusim panas, bangun jam 11 siang, langsung makan siang bertiga bersama kakek dan nenek. Sesudah itu mereka tidur siang, aku naik sepeda menuju kolam renang. Satu-satunya kolam renang di kota Zenta, dan dipenuhi anak muda, anak kecil dengan keluarganya, dll.

Perjalanan ke kolam renang melewati alun-alun kota yang sangat dekat dengan rumahku. Lalu ada jalan turunan yang melewati rel kereta api. Di sisi kiri terdapat taman kota yang mirip hutan saking lebatnya. Tapi dibalik lebatnya terdapat lapangan basket, ada 1 penginapan tertua, tempat camping, tanah kosong yang luas, dll. Di sisi kanan terdapat dam. Bentuknya tanah yang ditimbun sampai setinggi 100 M (kalo ngga salah) dan sisi kiri kanannya landai ke bawah. Dipuncaknya, terdapat jalan yang hanya selebar untuk 1 mobil. Jalan di atas dam ini tidak untuk mobil tapi untuk sepeda. Kadang aku lewat atas dam karena tempatnya tinggi dan bisa melihat sekitar dengan matahari yang tidak terik, angin yang segar, dan wangi pepohonan pinus di seberangnya.

Kegiatan ke kolam renang setiap hari sudah menjadi kebiasaan anak muda disana. Kalau saat aku umur 14-an, banyak cowok-cowok ganteng berumur 20-an yang sedap dijadikan pemandangan. Sekarang, cowok-cowok ganteng yang seumuranku (20-an) lah yang menjadi teman-temanku. Banyak yang ngajak kenalan, banyak yang tertarik untuk kenal denganku. Lho.. aku satu-satunya yang berwajah asia di sana. Malah dikira aku dari Filipina. Hahaha..

Tapi rata-rata mereka kenal dengan keluargaku. Kakek nenekku orang lama di Zenta. Orangtua teman-teman ku pasti kenal dengan mereka. Meski percakapan kita tidak begitu lancar, tapi kita menikmati candaan, cerita lucu dan permainan lainnya. Biasanya kita main voli pantai di sebelah kolam, kadang berjemur sambil ngobrol dan ngemil pancake (khas Zenta). Kalau kepanasan ya tinggal lari ke pinggir kolam dan loncat ke dalamnya. Seru! Aku dan cowok-cowok itu suka main lempar bola voli di kolam yang dalam. Atau main perang-perangan sambil naik di bahu temannya di kolam yang tidak dalam. Yang paling aku suka adalah berdiri di pinggir kolam, pegangan tangan beramai-ramai, berusaha menjatuhkan teman kiri/kanannya ke dalam kolam. Wuah, kalau sudah itu, sampai teman-teman yang dibelakang kadang ikutan curang menjatuhkan kami semua.

Semua ini mengingatkan aku akan memori menyenangkan. Bahwa aku tidak sendiri. Bahwa hidupku tidak berhenti karena kejadian kemarin. Bahwa masih ada teman-temanku somewhere out there. Teman lama, teman baru.

Mengingatkan aku akan jam lunch sebentar lagi.. hmm makan apa ya?

| golda wrote this blog at 12:04 pm | wat ppl says (7) |
Monday, April 11, 2005
Growing Pain
Hidup ini penuh dengan yang namanya pelajaran. Salah satu pelajaran yang aku terima weekend ini, akan ku ceritakan. As always, setiap kejadian mesti ada hikmahnya. Tapi kita hanya manusia. Tidak bisa menjadi perfect, meski tetap berusaha menjadi yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Bagaimana ya memulainya? Not as easy as I think.

Being in relationship, aku belajar banyak. Belajar mengenal pribadinya, kesukaannya, kebiasaannya, sifat-sifatnya, cerita-ceritanya. Hubungan kami penuh dengan kata-kata. Apapun kami bicarakan. Apapun kami sampaikan. Ia tahu semua tentang aku. Aku ingin dia mengerti aku, menerima aku apa adanya.

Dia memang soulmate ku. Sejak pertama sudah kurasakan. Ia juga merasakan hal yang sama. Semuanya kita cocok, semuanya bisa kita lewati. Banyak yang dia mengerti tentang aku. Banyak juga aku mengerti tentang dia. Hanya ada satu hal yang melekat dalam dirinya (maaf, ini confidential) yang tenyata membubarkan kami. Kami saling cinta, saling sayang.

(maaf, ambil tissue dulu, air mataku ngga berhenti mengalir).. emang dasar cancer, kalo ‘hati’ sudah luka, pasti daleem.

Kemarin sore kita memutuskan untuk berpisah. Berat.. sangat berat. Berat bagiku, berat baginya. Kita berpelukan. Kita menangis.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di kehidupan mendatang. Satu hal yang aku tahu bahwa aku sudah menemukan soulmateku, tanpa bisa memilikinya.

So, pelajaran apa yang bisa aku ambil? Aku jadi lebih sabar, lebih dewasa lagi (growing up is infinity). Temanku bilang, “growing pain”. Pas aku tanya maksudnya, dia bilang “karena pada saat merasa menderita.. lo sebenernya tumbuh..”.

| golda wrote this blog at 03:54 pm | wat ppl says (5) |
Wednesday, April 06, 2005
Darcie oh Darcie
Semalam Darcie terlihat sakit saat aku baru pulang dari kerja. Matanya merah, hidungnya juga, badannya kurus kering kerontang. Saat kubelai, Darcie hanya mengeluh kecil. Tidak seperti kucing biasanya. Aku panik. Kubawa Darcie ke Vet.

Cerita punya cerita, rupanya minggu lalu Darcie ke-gap sedang makan tikus. Ih.. jorok gitu loww.. dan beberapa hari yang lalu sempet muntah-muntah. Ketika diperiksa sama dokter, kemungkinan yang ada adalah terinfeksi bakteri Leptospirosis atau termakan racun tikus. Semua sumbernya gara-gara menu Darcie minggu lalu. Darcie diberi resep amoxilin dan curcuma plus untuk vitamin supaya agak chubby* dikit.

Malamnya, sang supirnya mamah, Pak Yusuf, disuruh ke apotik untuk menebus resep. Tunggu punya tunggu..
“Sudarsi.. Sudarsi” kata mbak apoteker.
Pak Yusuf mah tenang-tenang aja, sambil ngantuk dan memilin kumis tebalnya.
“Sudarsi.. pasien Sudarsi” kata mbak apoteker lagi, sambil melototin Pak Yusuf.
Pak Yusuf jadi salah tingkah, dalam hati: ‘Rasanya di rumah ibu ngga ada yang namanya Sudarsi koq, adanya Golda, Tibi, eh.. ?!’
“Mbak, obat nya buat hewan ya?” gelagapan Pak Yusuf maju ke si mbak apotekernya.

Sejak kapan Darcie berubah namanya jadi Sudarsi?? Rupanya cekikikan dari cerita mbakku yang membahana inilah yang membangunkan aku pagi ini.

* chubby = calon babi?

| golda wrote this blog at 11:01 am | wat ppl says (10) |
Tuesday, April 05, 2005
Phó (Vietnamese Beef-Noodle Soup)
Bahan:
1 porsi Banh Phó (mie beras) – rebus dan tiriskan
5 lembar gaging sapi tipis (yg biasa untuk sukiyaki) / beef flank jika ada
Air untuk kuah nya – seberapa anda suka

Bumbu-bumbu:
1 block kaldu sapi
˝ sdt bubuk cardamom
˝ sdt bubuk pala
˝ sdt bubuk kayu manis (cinnamon)
3 sdm Nuoc Mam (Vietnamese fish sauce)

Tambahan:
Cabe hijau beberapa - potong tipis-tipis
Bawang bombay – potong menjadi onion rings (hanya perlu 2 atau 3 saja)
Sejumput daun kemangi (cilantro)
Sejumput tauge (atau cambah, kata orang jawa)
1 potong jeruk nipis

Masukkan air untuk kuah di panci kecil (yg biasa untuk masak mie instant) dengan api kecil. Masukkan lembaran daging sapi tipis. Masukkan kaldu daging sapi, semua bubuk dan nuoc mam. Bila daging sudah matang, kuah siap dihidangkan dengan rebusan mie Pho dalam mangkok. Hidangkan tambahannya sebagai pelengkap.

Sebelumnya perlu eiks jelaskan bahwa resep ini didapat bukan dari nyolong resep di resto Pho Hoa (secara gw penggemar berat mie Pho Hoa), tetapi berkat si Mbak Susi (X-pembantu nyokap) yang amat sangat jago masak, yang tinggal nyicipin mie Pho Hoa-nya & bisa menjabarkan rumus-rumus bumbunya. Alhasil, rasanya mirip abisss!! So, gw ngga perlu ngabisin duit 25.000 unt porsi sedang / 50.000 untuk porsi besar (kalo lagi kemaruk) di Pho Hoa.

| golda wrote this blog at 04:05 pm | wat ppl says (9) |
Monday, April 04, 2005
Been There.. Done That
Sejak SMA kata “illfeel” mulai dikenal masyarakat khususnya ABG seperti saya. Illfeel itu maksudnya Ilang Feeling (bagi om, tante, kakek, nenek yg blm pernah denger). Biasanya pas masa-masa pacaran yang lalu diakhiri dengan putus, ketika di’wawancara’ sama sahabatnya, dia menjawab: “gue ilfeel sama dia”.

One of my friends told me, bahwa dia udah ilfeel sama pasangannya. Muak + no faith + males = ilfeel. Penyebabnya bisa jadi karena kerenggangan yang berlangsung cukup lama, yang makin hari terpupuk menjadi borok, bernanah, sakit dan akhirnya harus diamputasi (ibaratnya putus).

Kelas 3 SMA aku pernah nerima ‘tembakan’ seorang cowok yang sebenernya tidak terbesit untuk suka dengannya. Saat itu aku baru putus dari 1.5 years relationship, jadi masih sedih. So, jadian kali ini karena ‘pelarian’ (sebuah kata yg ngga enak didenger.. memang). Alhasil, berakhir dengan ilfeel.

3 thn yg lalu, mulai pacaran sama seorang jejaka yg bener2 straight, ngga ngerokok, ngga minum2an, ngga minum kopi, ngga pernah nyoba ngobat, sayang anak kecil, dan sederet kebaikan lainnya. Wah, good to be true, eh? Tapi toh putus juga, gara2 ilfeel. Lho knapa? Komunikasi dan ego. Tiap kita debat 75% selalu berakhir dengan ‘ngambang’. Makin lama makin ngga tahan, dan akhirnya menjadi ilfeel yang kronis (berkepanjangan).

Masalahnya sekarang, gimana bila keadaan ilfeel memasuki sebuah perkawinan?

Tanteku yang baru menikah 3 tahun ku wawancara. Kebetulan beliau telat menikah & pernah pacaran sampe 10 thn dan putus. So, pengalamannya panjang juga. Di perkawinannya ini beliau menegaskan bahwa sejak awal untuk selalu terbuka, jujur dan selalu berkomunikasi. Kalau ada sedikit yang kurang ‘sreg’ musti/kudu dibicarakan dengan terbuka dan rendah hati (jangan bersikap ngga mau kalah).

Memang, kalo ilfeel sudah meracuni, sangat susah untuk mengobati. So, lebih baik dihindari. Saat pacaran, putus akan lebih mudah menjadi jalan pintas untuk menghadapi ke-ilfeelan yang makin lama makin menyesak. Tapi kalo udah menikah, akan lebih sulit. Bisa jadi mayoritas para selebritas kita cerai karena ilfeel berkepanjangan, iya ngga?

So, ilfeel dilanjutkan dengan putus? Been there, done that.

| golda wrote this blog at 11:46 am | wat ppl says (5) |
Tuesday, March 29, 2005
Counter Tool is Cool
Dua minggu yang lalu, Nauval menulis artikel/postingan berjudul Statistik. Tentang suatu counter tools perekam data-data record dalam dunia maya, yang sering tidak banyak berpengaruh bagi kebanyakan orang. Data-data ini berupa data page-hopping, seberapa sering, dari mana, kemana, bagaimana spesifikasinya, dll. Data ini diperlukan khususnya untuk men-track siapa saja yang sempet singgah di blog/homepage. Aku tertarik untuk pasang juga di blog ku. Aku jadi pengen tau seberapa banyak orang membaca blog ku, plus sebagai masukan apakah blog ku itu banyak pembaca atau tidak (menarik atau tidak). So, aku pasang juga NedStat.

Ternyata ngga hanya aku yang langsung pasang counter tools karena tulisan Nauval. Mas Q (baca: qyu) juga tertarik, sehingga di blognya dipasang counter yang lebih canggih dan lengkap dari NedStat, yaitu StatCounter. Mas Q cerita juga bahwa counter ini bisa men-detect data pengunjung dari kota, negara, ISP, berapa lama stay di blog, bagaimana bisa singgah di blog, dll. Nah, yang terakhir ini membuat aku tertarik untuk pasang StatCounter. Lho, pasang counter tool kok banyak? Ngga papa selama ngga diharamkan. Hahaha.

Tentang siapa saja yang mampir di blog ku, ini yang membuatku amazed!

IP Address Host Query
10.11.18.108 search.yahoo.com da vinci code yesus
10.11.18.108 search.yahoo.com da vinci code yesus
161.142.87.211 search.yahoo.com ariel peterpan dan istri
161.142.87.211 search.yahoo.com gambar ariel peterpan
172.16.11.22 www.google.co.id cerita sensual
192.44.63.47 www.google.fr golda
193.17.175.6 www.google.com diary of dreams lyrics
193.17.175.6 www.google.com diary of dreams lyrics
202.152.170.254 search.yahoo.com personil peterpan
202.152.64.242 search.yahoo.com akhiran kan
202.188.73.227 search.yahoo.com gambar ariel peterpan
202.51.228.241 search.yahoo.com irham nazril
202.6.236.78 search.yahoo.com penulis mira w
202.65.124.25 www.google.co.id contoh skripsi
202.73.106.212 www.google.co.id lambang cakra nada
202.73.124.6 www.google.co.id tempat belanja singapore
203.130.233.165 www.google.com cerita esek-esek
216.236.100.2 www.google.co.id pertanyaan untuk ujian komprehensif manajemen
217.197.179.92 www.google.co.hu the hospital cheat
218.208.231.70 search.yahoo.com profile ariel-peterpan
219.95.29.154 search.yahoo.com gambar ariel peterpan
219.95.96.167 www.google.com.my bilangan a-z dalam bahasa cina
60.48.33.32 search.yahoo.com gambar ariel peterpan
61.14.53.166 www.google.com kejawen
61.247.56.167 www.google.co.id contoh skripsi
61.5.108.15 www.google.co.id gambar ariel peterpan
61.5.16.91 www.google.co.id nazril irham
61.5.41.8 uk.search.yahoo.com mangga dua toko puzzle
61.94.130.144 www.google.co.id tour malaysia
62.100.224.16 www.google.co.hu theme hospital
81.182.207.86 www.google.co.hu theme hospital
84.27.227.102 search.yahoo.com puisi humor suroboyoan

Hasil data ini membuatku berpikir bahwa:
Banyak yang tertarik pada Ariel Peterpan (nama aslinya Irham Nazril)
Masih ada yang suka main dan penasaran dengan game Theme Hospital
Dan segala penasarannya kebanyakan orang tentang cerita esek-esek, pengarang Mira W, humor suroboyoan yang ternyata banyak penggemarnya, dan buku fiksi Da Vinci yang sampai sekarang masih dalam perdebatan. Yah, kalian bisa lihat sendiri. Padahal ini hanya data dalam kurun waktu dua minggu.

Hasil data ini tentu tidak akan se-WAH hasil data dari blog nya Mas Q, yang tulisannya mengandung Da Vinci Code, Ayat2 Cinta, Eksploitasi, hingga Teori Kuantum. Tulisanku hanyalah tulisan seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsinya sambil sesekali mengurus blog.

| golda wrote this blog at 03:50 pm | wat ppl says (8) |
Thursday, March 24, 2005
Ngga tahan kalo ngga diceritain..
Transaksi Telur dan Mangga di pasar

Di suatu pasar terjadi transaksi antara penjual telur dan mangga yang seorang madura dengan pembeli.
Pembeli: "Bang! Telur satu biji berapa?"
Penjual: "Seribu mas..!"
Pembeli: "Telur kecil-kecil segini seribu? Mahal banget..!"
Penjual: "Yah..! Kalo telurnya besar-besar ya jebol pantat ayamnya dik!"
Pembeli: "Trus..kalo mangga ini berapa bang?"
Penjual: "Kalo yang mentah seribuan yang masak seribu maratus dik!"
Pembeli: "Ha?! Mahal banget..!"
Penjual: "Ya soalnya saya baru keluar dari penjara."
Pembeli: "(dengan heran) Keluar dari penjara apa hubunganya?"
Penjual: "Ah ndak enak dik diceritakan."
Pembeli: "(tambah heran) Ngga pa'pa cerita aja, pak!"
Penjual: "Ah ngga usahlah dik, ngga enak!"
Pembeli: "Ngga pa'pa cerita aja, ngga pa'pa!"
Penjual: "Begini lho dik, saya masuk penjara itu, ya karena nylurit pembeli yang rewel kayak sampean ini!"


Jeruk manis-manis

Suatu hari seorang ibu sedang pergi kepasar, disapa pedagang jeruk...
Pedagang: "Jeruk nya Bu...nis manis...”
Ibu: "Yang betul pak..."
Pedagang: "Lho sampeyan nggak percaya.."
Ibu: "Iya deh pak.. (tanpa mencicipi) beli 2 kilo..."
Sampai dirumah jeruk itu dimakan... ternyata asem-asem semua. Si ibu marah. Lalu kembali ke pasar untuk mengembalikan.
Ibu: "Pak, jeruknya asem semua! Gimana see? Kok bohong sama saya??"
Pedagang: "Sampeyan masih untung beli 2 kilo, lha saya beli dua karung, asem semua, ngga marah"

http://ketawa.com/cari.php?q=madura

| golda wrote this blog at 05:05 pm | wat ppl says (2) |
Tuesday, March 22, 2005
Legjobb Barát
Volt három legjobb barát. A Béka, a Téknősbéka és a Százlábú. Egy nap, a Béka meghivta a Téknősbékat és a Százlábút egy kávéra a házába. Beszélgettek és jól érezték magukat. Akkor béka megkérte a Téknősbékat hogy vegyen cigarettát a sorkibolt ban. De a Téknősbéka azt mondta ha ő megy, sokáig fogtortoni. Jobb lenne ha Százlábú menne mert őneki sok lábo van. Tehát Százlábú elment.

Egy-két orát várt a Béka és a Téknősbéka, de a Százlábú nem jött. Kiváncsiak voltak, hol van a Százlábú. Mikor ők kinyitották a ajtót, ott volt a Százlábú az ajtó előtt. “Hát te itt vagy?” most jöttél? Gyere be.” mondta a Béka.
“Hogy-hogy jöttem, most indulok. Most vettem fel csak a cipőimet” mondta a Százlábú.

***

Cerita ini aku buat saat liburan panjang 2 bulan di Zenta, Yugo. Tentang 3 sahabat (három legjobb barát) yaitu kodok (béka), kura-kura (téknősbéka) dan ulat kaki seribu (százlábú). Bahasa Hongaria atau yang disebut Magyar (baca: majar) sih katanya bahasa ke3 tersusah. Nomer satu ditempati oleh bahasa cina dan nomer duanya bahasa arab. Btw, bahasa Hebrew itu sama susahnya lho dengan bahasa arab, karena dua-duanya tidak pakai petunjuk vokal (biasa yang dibilang arab gundul). Kalo magyar sendiri terdiri dari 40 alfabet.

Vokal: a, á, e, é, i, í, o, ó, ö, ő, u, ú, ü, ű
Konsonan: b, c, cs, d, f, g, gy, h, j, k, l, ly, m, n, p, q, r, s, sz, t, v, w, x, y, z, zs

Magyar juga menggunakan 3 petunjuk waktu: past, present dan future, dimana hal ini sangat susah bagi orang indonesia yang tidak biasa / kurang jeli menentukan petunjuk waktu dalam kalimatnya. Magyar sangat singkat untuk penyusunan subjek-predikat-objek. Magyar mempunyai kata-akhiran untuk setiap subjek dan objek (aku, kamu, dia, kita, kalian, mereka). Hasilnya, hanya dengan 1 kata kerja dasar ditambah dengan kata-akhiran tertentu, dapat menjelaskan subjek dan objeknya tanpa disebutkan. Contoh:

kéz / kezek = tangan (singular/plural)
tangan aku = kezem
tangan kamu = kezed
tangan dia = keze
tangan kami = kezeim
tangan kalian = kezeid
tangan mereka = kezei
So, dalam menyebutkan kata diatas ini, tidak perlu menjelaskan tangan-nya ‘siapa’ lagi.

Kalo ngga salah, ada 39 akhiran dalam magyar. *damn*.. Karena magyar tidak punya kata-awalan, jadi semua bertumpuk di kata-akhiran.

Susah? Ah.. enggak juga. Masih ada bahasa cina dan bahasa arab yang lebih susah. Magyar masih menggunakan alfabet yang kita kenal. Ketimbang bahasa rusia / bahasa serbia yang pakai alfabet cyrilic, atau bahasa yunani yang alfabetnya juga beda (seperti lambang rumus fisika) atau karakter bahasa cina yang jumlahnya ribuan, oh no!


Kis Béka (Little Frog)
Merupakan penghuni baru di kolam dpn rumahku
Setelah memakainya sebagai model, aku kembalikan ke habitatnya


Penasaran sama terjemahan ceritanya?

| golda wrote this blog at 07:46 pm | wat ppl says (3) |